Ilmu itu mencerahkan dan menggerakkan !

hangat, padat, aktual, Universal

Hari buruh : Ideologi dan keberpihakan kita kepada kaum lemah…

Posted by bukan.apa.apa pada Juli 26, 2010

By : dzulfikar

Hari Buruh

Atas Asma-NYA Yang Maha Sempurna
Shalawat bagi Nabi-NYA SAAW…

Hari ini (1 Mei) Masyarakat Pekerja di seluruh dunia – termasuk Indonesia – merayakan Hari Buruh Internasional (May Day). Realita dan kebijakan yang mendera kehidupan mereka, membuat para buruh tanpa kenal henti – setiap tahun – bangkit untuk menyuarakan aspirasi mereka melawan ketidak adilan sistem-sistem dunia yang dianggap menindas kelas pekerja tersebut.

Suara Buruh adalah suara-suara marjinal yang terdengar sepi di kuping para pengambil kebijakan. Kalaupun sedikit agak terdengar jelas, apalah artinya suara suara itu dihadapan Garangnya raungan mesin2 “para penindas” yang menginginkan posisi Buruh tetap dalam posisi tawar yang rendah, dengan harapan, para buruh tersebut dapat dieksploitasi semurah mungkin….

Buruh jelas dalam posisi yang rawan…Kita juga tidak terlalu jelas, siapa pembela mereka yang utuh ? Politisi mana yang Melengking suaranya untuk membela buruh ? Parpol mana Yang betul-betul intens untuk kepentingan rakyat kecil an kaum buruh (bukan semata jargon-jargon politik untuk mendapatkan suara rakyat ) ? Pejabat mana yang konsisten hingga sekarang selalu memperjuangkan pembelaan terhadap nasib buruh ? wakil rakyat mana yang berusaha keras untuk mengedepankan isu perburuhan sebagai agenda utama kerja mereka di lembaga perwakilan kita ? Tokoh masyarakat mana/siapa yang siap menjadi martir bagi mengangkat harkat dan derajat kaum Buruh ? Ulama mana yang berani terang-terangan berpihak kepada kaum buruh , ketika kaum buruh harus bergesekan dengan kelas penindas dan arogan (penguasa) ?

Di Era Soeharto, Hari buruh merupakan hari yang “haram “ untuk diperingati. Trauma Gerakan 30 september 1965 (G30S-PKI), menjadi alasan utama pelarangan tersebut. Agenda ideologi Sosialis–komunis, dikhawatirkan menjadi pendorong utama pelbagai aksi-aksi gerakan Buruh 1 Mei di era presiden dengan masa jabatan terlama tersebut….Masyarakatpun dibuat terbius dengan “Nasehat” ala pemerintahan Soeharto, sehingga banyak yg terperangkap untuk selalu mengkaitkan Gerakan Buruh dengan kemungkinan bangkitnya kembali ideologi komunis di Indonesia…Sebuah alasan yang sangat menyederhanakan masalah…..Sebaliknya, Sebagian pengamat justru menganggap bahwa alasan demikian dipakai untuk menutupi kegagagan pemerintahan era Soeharto dalam memperbaiki kesejahteraan dan nasib buruh

Kini, Jika saja pemerintahan kita kembali mengkaitkan gerakan Buruh dengan alasan usang bangkitnya ideologi marxis – komunisme, jelas pemerintahan yang demikian adalah pemerintahan yang “tidak cerdas” yang sekedar menginginkan kelanggengan kekuasaan mereka, serta tak memahami arah gerakan sejarah kemanusiaan…Disamping tentu juga menutupi kegagalan mereka dalam usaha memperbaiki nasib para buruh.

Buruh pernah menjadi hal yang identik dengan simbol ideologi tertentu (kasus Pemerintahan Uni Soviet dahulu, RRC, dan tahun peristiwa tahun 1965 di negara kita). Namun Saat ini, ideologi yang perlu kita tanamkan pada kita semua tentang gerakan buruh adalah ideologi “Pembelaan terhadap rakyat kecil/kaum tertindas/mustadh’fin”..

Tidak sepatutnya kita mencerca perjuangan kaum buruh/pekerja yang nyata-nyata memang sarat dengan kepentingan kesejahteraan mereka, dengan hinaan bahwa mereka membawa agenda dan kepentingan tertentu, dan hanya akan membuat kerusuhan di dalam negara….

Buruh adalah kaum yang betul-betul memerlukan pembelaan serius terhadap segenap sistem dan kebijakan yang menzhalimi mereka . Jika dilihat sepintas, tampaknya permasalahan buruh hanya sekedar faktor ekonomi/kesejahteraan semata. .

Namun jika kita amati lebih mendalam, Persoalan Perburuhan Dunia merupakan gambaran dan lukisan dari persoalan ketimpangan dunia yang tidak adil…yakni persoalan dunia yang sarat pertentangan antara kaum tertindas, rakyat kecil, dan mustadh’afin serta para peendukungnya vis avis (melawan) kaum penindas, arogan, zhalim dan para pendukungnya…

Buruh adalah gambaran rakyat kecil yang tertindas, miskin posisi tawar, minim para pembela, dan tidak mampu menentukan kebijakan. Sedang sistem /kebijakan /pemerintahan yang mereka kritik dan lawan adalah para kaum elite (yang mungkin juga termasuk para koruptor), arogan, dan para pengusaha (yang terbukti banyak melarikan uang rakyat dan membuat bangkrut negara), serta para kroco-kroconya…

Nasib buruh akan mempengaruhi sejarah sosial …dan Gerakan Buruh – akibat luasnya – akan menentukan gerakan sosial dunia. Banyak terjadi peristiwa sosial dunia yang spektakuler karena respon yang negatif dan cenderung meremehkan terhadap nasib kelas buruh/tertindas…….

Kita sebut satu contoh peristiwa besar dunia di tahun 1979, saat ketika Imam Khomeini mengunncangkan dunia dengan peristiwa revolusinya yang merobohkan pilar-pilar arogan Reza Pahlevi yang saat itu berkuasa di Iran. Imam Khomeini dengan keberpihakannya terhadap kaum lemah dan tertindas (terasuk kaum buruh), – tentu dengan bekal Keyakinan agama sebagai sumber motivasi utama bagi perubahan sosial yang lebih baik -, berhasil menumbangkan rezim despotik Reza Pahlevi yang didukung Amerika serikat dan banyak negara Barat, bahkan juga oleh negara-negara arab sendiri (yang mengaku-ngaku negara Islam)…

Melalui Hari buruh internasional ini, Marilah kita bersama mengentalkan keberpihakan kita terhadap kaum Buruh dan kaum tertindas lainya yang hidupnya terpinggirkan dan sering kita lupakan…..Kini saatnya Ideologi yang kita anut bukan lagi ideologi sektarian / kelompok…..Mari kita bersama menjadi pendukung dan penganut ideologi Universal dan kemanusiaan, yakni : IDEOLOGI “PEMBELAAN TERHADAP KAUM BURUH dan KAUM TERTINDAS LAINNYA baik DI INDONESIA ataupun BELAHAN DUNIA LAINNYA”

Sebagai makhluk beragama yang percaya keadilan Tuhan, masalah pembelaan terhadap kaum tertindas merupakan masalah “Inti Agama” yang harus kita kedepankan….Agama tidak sekedar mengajarkan kita kenyamanan beribadah personal / kolektif)…Agama yang sekedar demikian – menurut terminologi KARL MARX- adalah “agama candu (membius)”, yang tidak berpengaruh secara sosial. …Agama / Keyakinan yang hidup dan penuh vitalitas adalah agama yang mengajarkan keberpihakan kepada kaum tertindas dan melakukan perlawanan terhadap kaum yang zhalim…

Selamat berjuang Rekan-rekan buruh dan Para pendukungnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: