Persiapan serangan udara Israel ke Iran melalui Georgia
Ditulis oleh dzulfikar di/pada September 4, 2008
By : dzulfikar
Georgia mengizinkan Israel untuk menggunakan 2 bandara udara militernya untuk menyerang situs-situs nuklir Iran, sebuah laporan mengatakan.
Pernyataan tersebut datang setelah ofensif georgia ke dalam wilayah Ossetia Selatan di awal agustus, yang memancing rusia menggerakkan militernya ke dalam kawasan tersebut, United Press International melaporkan.
tentara Khusus Rusia telah menyerbu bandara militer Georgia tersebut, disamping fasilitas-fasilitas “israel” lainnya di Georgia Selatan, dimana pesawat-pesawat israel banyak disita.
Menurut laporan tersebut, Israel telah menggunakan bandara udara tersebut untuk melakukan penerbangan diatas wilayah Rusia bagian selatan, dan juga wilayah dekat Iran.
“sebuah perjanjian rahasia antara Georgia dan Israel telah menyetujui penggunaan 2 bandara udara militer di selatan georgia oleh pasukan pembom Israel untuk rencana penyerangan “Potential Pre-emptive” terhadap Iran,” Tulis laporan tersebut.
Tel Aviv telah mengancam untuk melancarkan serangan udara terhadap instalasi-instalasi nuklir Iran dengan tuduhan Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Pengamat nuklir PBB telah menegaskan bahwa Iran telah melakukan pengayaan Uranium-235 hingga ke level 3,7 persen-sebuah angka yang konsisten untuk pengembangan sumber- energi nuklir damai. sedangkan pengembangan senjata nuklir membutuhkan tingkat / level pengayaan diatas kira-kira 90 persen.
Diawal Juni, Israel melakukan sebuah manuver militer diatas wilayah Mediterania timur dan Yunani, dalam persiapan -menurut pejabat pentagon- untuk membombardir fasilitas-fasilitas nuklir Iran dari Udara.
Lebih dari 100 pesawat F-16s dan F-15s Israel terlibat dalam latihan tersebut, dengan jangkauan terbang 900 mil. Jarak tersebut hampir setara dengan jarak antara bandara udara yang dipakai latihan tersebut dengan fasilitas pengayaan nuklir Iran di natanz, Iran tengah.
“bandara udara di Georgia secara nyata jelas mengurangi jarak yang harus ditempuh oleh para pembom Israel bila harus terbang menyerang target di iran,” laporan tersebut melanjutkan.
Israel-sebagai kompensasi-, telah memberikan sejumlah pelatihan dan persenjataan militer bagi pemerintah Georgia pro-barat.
Menteri reintegrasi Georgia, Temur Yakobashvili, seorang yang berkewarganegaraan Israel, telah mengatakan tanggal 10 agustus yang lalu bahwa usaha Israel untuk memperkuat tentara Georgia menyebabkan bahaya besar bagi rusia.
Presiden Georgia – Mikhel Saakashvili – telah mendeklarasikan tanggal 13 agustus yang lalu bahwa senjata israel dapat menjadi senjata yang efektif yang dapat menjamin kesuksesan konflik negaranya melawan Rusia. (http://www.presstv.com)


















