Kehidupan Imam Khomeini akan difilmkan
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Juli 5, 2008
By : dzulfikar
A scene from Farzand-e Sobh movie
|
Imam Khomeini masih sering disalahpahami oleh banyak kalangan, baik orang Islam sendiri, non Islam atau bahkan para musuh-musuh islam.
Imam Khomeini – dengan sangat menyedihkan-, terkadang digambarkan sebagai sosok yang sektarian (hanya untuk sebagian mazhab islam), Ulama yang anti kemajuan dan terkesan otoriter.
Padahal membaca riwayat kehidupan Imam Khomeini dari sumber-sumber yang kredibel, justru kita akan menangkap sosok beliau sebagai pribadi yang relijius, anti penindasan, ulama universal (non sektarian) dan merupakan contoh spritualitas terbaik abad modern ini.
Dalam kaitannya dengan hal diatas, Iran merencanakan merilis film istimewa pertama tentang kehidupan almarhum Imam Khomeini, Ulama besar pemimpin Revolusi Islam di tahun 1979.
film dengan judul “Farzand-e Sobh (The Morning Child) tersebut akan dirilis di Iran dibulan Februari saat perayaan resmi ulang tahun ke-30 revolusi Islam.
film tersebut, satu dari beberapa proyek film menarik di Iran, di arahkan oleh direktur para veteran Iran, Behrouz Afkhami. Dia mengatakan bahwa proyek tersebut diusulkan oleh institut publikasi dan kompilasi karya-karya Almarhum Imam Khoimeni.
Film akan fokus terhadap masa kecil Imam Khomeini dirumah orang tuanya dipusat kota Khomein, dengan beberapa tayangan sekilas kepulangan Imam Khomeini dari tempat studi nya di Arak.
film tersebut juga meliputi ucapan-ucapan Imam Khomeini melawan kekuasaan Shah (Muhammad Reza Pahlevi) di tahun 1960, yang mengakibatkan dia di tangkap oleh tentara rahasia Shah, SAVAK, dan pengusirannyanya dari wilayah Iran.
Film tersebut dibuat berdasarkan banyaknya persentase kaum muda Iran saat ini yang belum lahir ketika Imam Khomeini masih hidup.
“Lebih dari 70 persen populasi telah berubah semenjak peristiwa revolusi Islam Iran dan mereka tidak memeiliki kenangan yang nyata tentang Imam Khomeini,” kata Afkhami.
Direktur para veteran tersebut menekankan bahwa film tersebut telah direstui secara penuh oleh cucu lelaki Imam, Ayatullah Hassan Khomeini. Afkhami menambahkan bahwa Ayatullah Hassan Khomeini telah membantu dalam segala cara.
“Ini adalah film yang menyentuh hati, sebuah film yang akan menyentuh perasaan kita,” kata Afkhami menyimpulkan. (http://www.presstv.com/)

















