Menteri Mesir : saya akan bakar buku-buku Israel
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Mei 24, 2008
By : dzulfikar
Faruq Hosni
|
“saya akan bakar buku-buku Israel secara pribadi jika saya dapatkan disetiap perpustakaan di Mesir,” kata menteri kebudayaan Mesir, Faruq Husni, seorang kandidat ketua UNESCO.
Kata-kata kerasnya di Parlemen Mesir tanggal 10 mei tersebut telah membangkitkan kemarahan Israel dan the Wiesenthal Center, dan juga mencetuskan protes seorang pejabat dari kedubes Isreal di Kairo, Shalom Cohen kepada kementerian luar negeri.
Minggu ini, Simon Wiesenthal Center menulis surat kepada direktur jenderal organisasi pendidikan, ilmiah, Kultural PBB, Koichiro Matsuura, dan mengatakan bahwa Husni harus dikesampingkan sebagai kemungkinan pengganti ketua oragnisasi yang berbasis di Paris tersebut.
Direktur Wiesenthal Center untuk hubungan Internasional, Shimon Samuels dalam sebuah surat kepada organisasi PBB menuduh komentar Husni sama halnya dengan bahasa dan aksi menteri kebudayaan NAZI, Josef Goebbels.
Husni membela pernyataannya, dan mengatakan kepada AFP bahwa dia hanya memakai “ekspresi umum untuk membuktikan sesuatu yang eksis – secara khusus, buku-buku Israel di Perpustakaan Mesir.
“seorang menteri kebudayaan tidak bisa meminta agar sebuah buku dibakar, dan termasuk juga sebuah buku Israel,” katanya, dan menunjukkan bahwa dia menyenangi buku-buku israel diterjemahkan kedalam bahasa Arab, dalam debat di TV atas pernyataannya tersebut.
Husni juga menyetujui posisi kaum intelektual mesir, yang menolak segala jenis “normalisasi kebudayaan” dengan Israel. Dia menambahkan bahwa hubungan demikian hanya bisa dilakukan setelah sebuah perdamaian global dan adil tercipta di timur tengah. (http://www.presstv.com)

















