surat protes bagi 60 tahun Israel !!!
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Mei 14, 2008
By : dzulfikar
surat berikut merupakan surat yang diposting oleh website jaringan NGO palestina pada saat peringatan 60 tahun berdirinya rezim zionist Israel.

“60 tahun pencabutan hak milik bangsa palestina, tak ada alasan untuk merayakan 60 tahun Israel !”
Penciptaan negara Israel 60 tahun yang lalu telah mencabut dan mengusir ratusan ribu rakyat Palestina dari rumah dan tanah mereka. harapan hidup damai mereka dihancurkan, masyarakat mereka dipisahkan, kepemilikan mereka dirampas, dan harapan untuk kebebasan dan memiliki negara yang merdeka dihancurkan. Pengungsi Palestina menginginkan mimpi mereka untuk kembali, hidup bermartabat, dan aspirasi kemerdekaan mereka terwujud.
Tak ada alasan untuk merayakan 60 tahun berdirinya Israel sebagai sebuah negara ketika hak-hak pengungsi palestina sebagai “bangsa non-yahudi” di abaikan. Ini merupakan pendudukan tidak sah terhadap tanah Palestina dan tanah Arab lainnya, dengan pelanggaran sejumlah resolusi PBB. Ini juga merupakan pelanggaran yang nyata sekali terhadap hukum Internasional dan hak-hak asasi manusia dengan dukungan yang sangat besar dari Amerika dan Eropa beik secara ekonomi, politik dan diplomatik. semua ini mengancam penduduk Palestina dengan diskriminasi yang dilembagakan.
Singkatnya, perayaan 60 tahun berdirinya Israel sama saja dengan menari-nari diatas kuburan bangsa Palestina dengan nyanyian “pencabutan hak milik dan ketidak adilan”.
masih ada alasan yang pasti untuk tidak merayakan 60 tahun Israel, tetapi, lebih banyak alasan untuk mendorong, merefleksikan, dan bekerja ke arah perdamaian dan keadilan.
Penandatangan :
Mahmoud Darwish (poet, Palestine),
John Berger (artist/author, UK),
Augusto Boal (director/writer, Brazil),
Ella Shohat (author, USA/Occupied Palestine),
Roger Waters (musician, UK),
Ken Loach (filmmaker, UK),
Andre Brink (writer, South Africa),
Aharon Shabtai (poet, Occupied Palestine),
Judith Butler (philosopher, USA),
Vincenzo Consolo (writer, Italy),
John Williams (guitarist, UK),
Tom Leonard (poet, Scotland),
Anthony Loewenstein (author, Australia),
Patrice Nganang (writer, Cameroon),
Demis Roussos (singer, Greece),
Mourid Barghouti (poet, Palestine),
Ilan Pappe (historian/author, Occupied Palestine),
Naomi Wallace (playwright, USA),
Ahdaf Soueif (writer, UK/Egypt),
David Toscana (writer, Mexico),
Tariq Ali (author, UK),
Tom Lanoye (writer, Belgium),
Radwa Ashour (writer, Egypt),
Juan Goytisolo (author, Spain),
Nigel Kennedy (musician, UK),
Marcel Khalife (musician, Lebanon/France),
Gianni Vattimo (philosopher, Italy),
Gabeba Baderoon (writer, South Africa),
Milton Hatoum (writer, Brazil),
Alain Platel (dance/theater director, Belgium),
Leon Rosselson (songwriter, UK),
Al-Mutawakil Taha (writer, Palestine),
James Kelman (writer, Scotland),
Michel Khleifi (filmmaker, Palestine/Belgium),
Ian Pace (pianist, UK),
Benjamin Zephaniah (poet, UK),
Ishtiyaq Shukri (writer, South Africa),
Eyal Sivan (filmmaker, Occupied Palestine),
Victoria Brittain (author/playwright, UK),
Hany Abu Assad (filmmaker, Palestine),
Raymond Deane (composer, Ireland),
Mahmoud Shukair (writer, Palestine),
Paul Ben-Itzak (dance journalist, USA/ Occupied Palestine),
Caryl Churchill (playwright, UK),
Simon Shaheen (musician, Palestine/US),
Margaretta D’Arcy (playwright, Ireland),
John Arden (playwright and novelist, UK),
Annemarie Jacir (filmmaker, Palestine),
Marita van der Vyver (writer, South Africa),
Adrian Grima (poet, Malta),
Omar Qattan (filmmaker, Palestine/UK),
Mary Ann Devlieg (cultural director, Belgium),
Ibrahim Nasrallah (writer, Palestine/Jordan),
Elias Khoury (writer, Lebanon).
jaringan NGO Palestina adalah sebuah lembaga demokratis dan sipil, yang mendukung, mengkonsolidasikan, dan memperkuat masyarakat sipil palestina dengan basis prinsip-prinsip demokrasi, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan. (http://www.presstv.com)


















insan kamil berkata
The Israeli ambassador was about to negotiate with Arafat for peace in the Middle East but insisted that he must first tell a true story. This was agreed upon and the story started:
“After the Jews fled from Egypt and the Egyptian army was destroyed Moses decided to relax with a little swim in the Red Sea. After skinny dipping for a half hour Moses went to reclaim his clothes but his clothes couldn’t be found.”
“Where are my clothes?”, demanded Moses.
“The PALESTINIANS stole them.”, yelled all the Jews.
At this point Arafat jumped angrily to his feet.
“That’s absurd! You can’t blame us! There were NO Palestinians at that time!!”
“Exactly.”, said the ambassador. “Now we can negotiate.”