Hollywood dan kebijakan Amerika : Muslim dan Arab berbahaya !
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Mei 13, 2008
By : dzulfikar
film dan drama TV amerika serikat yang menggambarkan bangsa Arab dan Muslim sebagai fanatik dan penjahat, telah menanamkan gambaran berbahaya dan menenangkan bagi kebijakan luar negeri amerika serikat, seorang akademisi amerika menyatakan demikian.

Jack shaheen mengatakan, Hollywood telah menuduh Arab dan kaum Muslim selama beberapa dekade, tetapi semenjak film serangan 9 september fitnahan terhadap arab dan Muslim menjadi lebih berbahaya, dan lebih mudah untuk menginvasi Irak.
“Di amerika serikat, anda bisa mengatakan apapun yang anda mau tentang islam dan arab dan bebas darinya. Dalam kata lain, seseorang bisa mengatakan, ‘ anda bisa menyerang orang arab dengan bebas,” kata Shaheen, pengarang”Guilty — Hollywood’s Verdict on Arabs after 9/11″.
gambaran tersebut telah menetap dan hanya berubah dimana mereka menjadi lebih ingin membalas dendam dan berbahaya,” kata shaheen dalam sebuah wawancara di Beirut.
“Apa yang memungknkan gambaran tersebut tetap berlangsung dan muncul ? Satu alasan utamanya adalah kebisuan,” kata shaheen, Profesor komunikasi massa yang telah pensiun.
“Tak ada seorangpun ditingkat pengambil kebijakan, pemimpin politik, dan orang-orang hollywood yang mengambil posisi untuk mengatakan bahwa bahwa pemusnahan arab dan Muslim adalah sama dengan pemusnahan Yahudi, orang kulit hitam atau asia, atau jenis-jenis radikalisme etnis lainnya.
Penggambaran Hollywood tentang Arab telah mendorong dan menenangkan jalan bagi kebijakan pemerintah amerika serikat, katanya. baberapa dekade penggambaran Arab dan Muslim sebagai musuh, telah membuat amerika lebih mudah untuk menyerang irak, dan hany sedikit orang-orang yang protes, katanya.
“Gambaran demikian menolong memperkuat kebijakan amerika,” katanya. ketika sebuah kebijakan akan digulirkan, kemungkinan film pun akan merefleksikan tentangnya.
Shaheen, seorang amerika keturunan Libanon, telah memeriksa perlakuan terhadap arab dan Muslim dalam 1000 film, termasuk lebih 100 film pendek semenjak peristiwa 11 september.
“apa yang telah dikerjakan dalam film adalah penggambaran terseleksi orang-orang yang mengatakan “matilah amerika”. Anda tidak bisa menolak realitas tersebut, bahwa ada orang-orang yang sungguh menginginkan kematian Amerika. Tetapi secara mendasar, ini adalah sekedar fil yang kita lihat,” kata Shaheen.
Dia mendeskripsikan sebuah film action “The Kingdom” yang dibuat tahun lalu, tentang agen FBI yang memburu teroris di arab Saudi, sebagai salah satu penggambaran berbahaya tentang Arab, bahkan menyebut anak-anak arab sekalipun tak bisa dipercaya.
Shaheen juga memetakan kecenderungan baru untuk memposisikan Arab dan Muslim amerika sebagai “hantu baru” dan Shaheen mengkritik drama TV “24″ karena gambaran buruk drama tersebut terhadap muslim amerika yang memuakkan dan juga orang amerika keturunan arab.
Shaheen juga merupakan pengarang “Reel Bad Arabs — How Hollywood Vilifies a People” dan bekerja sebagai konsultan di “syriana” (2005) dan “three Kings” (1999). (http://www.alarabiya.net).

















