Hizbullah : satu-satunya yang eksist di Libanon
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Mei 13, 2008
By : dzulfikar
berikut adalah wawancara dari terhadap seorang Muslim sunni arab tentang kondisi Libanon dan Hizbullah menyikapi perkembangan terbaru kerusuhan yang ada di Libanon
Sumber : http://www.haaretz.com/
By Meron Rapoport
Hari senin pagi, saya dikejutan kedatangan seorang tamu dengan sikap yang ramah, yakni Y dari beirut. Dia berangkat dari Libanon, lau menuju Amman, dan mendarat di bandara Internasional Ben Gurion.
Y adalah berasal dari Arab sunni, tetapi memiliki pasport eropa, jadi dia bisa berkunjung bebas di israel dan Libanon. dia telah hidup di berut selama beberap tahun. dia menghabiskan waktunya disana selama perang Libanon yang kedua. kami bertemu Y untuk pertama kalinya setelah perang dan bertukar pengalaman. dia menyukai Tel Aviv dan mengingatkan dia tentang beirut. dia tidak menginginkan perang sama sekali,dan ini tidak sama sekali menjadikan dia dianggap anti-Israel. Dia berkunjung ke ke Israel untuk menemui temannya satu tahun kemudian. saya tanya dia, seperti apa kehidupan di Beirut sekarang, satu setengah tahun setelah perang juli 2006.
Y memulai ceritanya : situasinya tidak baik, sangat menyedihkan. keadaannya sangat tegang, banyak orang di Libanon menganggap negara mereka ada didalam jurang perang saudara baru. Y sendiri berpikir, agar kerusuhan terbaru yang terjadi di Libanon tidak menyeret negeri ini ke dalam perang saudara. Tiap orang menolak keadaan demikian.
jadi apakah Hizbullah menjadi tidak polpuler lagi ? apakah Hizbullah masih menjadi pahlawan ? saya tanya dia.
Dia menjawab,” basis hizbullah sangat solid, tidak hanya diantara syiah. Penganut kristen kalangan menengah, pendukung jenderal Michel Oun, keluarga-keluarga tua, mereka menginginkan mobilitas sosial, dan ini mereka dapatkan bersama hizbullah. hizbullah menghadirkan sebuah kemungkinan perubahan.
selain itu, kata Y, Hizbullah merupakan partai politik yang benar-benar “riil” di Libanon. negara tidak pernah sungguh-sungguh eksis, dimana sekolah – sekolah umum sangat buruk yang mebuat masyarakt lebih menyukai sekolah privat. jaminan kesehatan benar-benar nol. partai politik yang lain hany eksis di atas kertas. kenyataannya, partai-partai lain merupakan partai sebuah keluarga. namun, hizbullah ada dimana mana, dan mereka menyediakan pendidikan dan kesejahtaraan. masyarakat non-relijius pun menikmati pelayanan mereka.
Hassan Nasrallah juga dapat bersifat adaptif dan fleksibel. menurut Y, beberapa waktu yang lalu ada sebuah swalayan makanan organik dibuka diwilayah kristen yang bergengsi. sebuah swalayan kecil dengan harga yang tinggi. hanya beberapa minggu setelah itu, kata Y, Hizbullah juga membuka swalayan makanan organik yang cukup kompetitif, dengan besar 10 kali pasar swalayan pertama dan harga yang benar-benar murah. Setiap orang merasa bahagia. Petani-petani dari selatan bisa menjual produksi mereka dan penduduk beirut mendapatkan barang dagangan dengan harga yang baik.
Nasrallah juga di klaim menyenangi hal-hal kualitas lingkungan dan proses daur ulang. dia telah meletakkan semua ini dalam sebutan revolusi hijau (Green revolution).
selama beberapa waktu, Y sendiri telah melakukan kontak dengan anggota hizbullah. mereka benar-benar efisien dan terorganisir, dan mereka berbicara dalam banyak bahsa seperti perancis, Inggris dan Jerman.
Y melanjutkan, ketika saat perayaan 1 tahun perang 2006, Hizbullah menampilkan pertunjukkan menarik dengan tampilan tank Israel yang muncul dari bawah tanah disertai layar yang bersuara dan bercahaya. mereka menampilkan video panjang yang menunjukkan pejang hizbullah beraksi memakai laptop di wilayah Libanon selatan, wilayah yang disebut Israel sebagai wilayah pejuang alami (nature reserves).
tetapi, ada pelajaran yang bisa didapat dari perang tekahir tersebut, yaitu, Israel tidak mengetahui apa-apa tentang Hizbullah. sebuah sumber militer senior telah mengatakan bahwa Mossad hanya memiliki informasi “nol” tentang hizbullah. mereka tidak mengetahui dimana para “pejuang alami” hizbullah tersebut di tempatkan, dimana hizbullah berembunyi, dan dimana komandan lapangan mereka. Inilah alasan-menurut laporan lembaga hak asasi manusia-, yang menyebabkan hanya 50 anggota Hizbullah terbunuh ketika IDF Israel melakukan pemboman terhadap Libanon, dan israel menderita tewasnya 150 tentaranya. Lebih dari 1000 rakyat sipil terbunuh, kata organisasi tersebut.

















