Hari kemerdekaan israel : negara “miskin” identitas !
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Mei 9, 2008
By : dzulfikar
beberapa person islam yang di wawancarai oleh Qodsna percaya bahwa pesta peringatan yang diselenggarakan untuk merayakan 60 tahun hari kemerdekaan “palsu” zionis Israel, merupakan usaha sia-sia untuk membangun identitas Israel. wawancara diambil di sela-sela 3 hari penyelenggaraan konferensi internasional untuk persatuan islam.
israel ada diambang kehancurannya. hafiz Sayyid Riaz najafi, kepala seminari “jami’atul Muntazar” diPakistan mengatakan kepada Qodsna bahwa jika muslim di seluruh dunia bersatu, rezim zionis akan segera musnah.
mengutip nasehat dari almarhum pendiri pendiri republik islam iran - Ayatullah Imam khomeini- yang mengatakan bahwa jika tiap muslim seluruh dunia menyiramkan seember air saja kepada Israel, maka Israel akan lenyap, katanya. “Melalui persatuan , tujuan akan tercapai”
dia mendeskripsikan bahwa tujuan rezim israel dengan mengundang pemimpin dunia agar hadir dalam perayaan 60 tahun berdirinya negara “palsu” Israel merupakan suatu usaha untuk menciptakan sebuah perlawanan terhadap muslim dan memprovokasi perselisihan diantara kaum muslim.
Tokoh agama Libanon menyarankan kepada persatuan Muslim dengan suara bulat dan mengajak agar perselisihan diantara faksi-faksi Palestina diakhiri.
Di sela-sela konferensi Internasional untuk persatuan Islam, Sheikh Muhammad Ghalib hari senin mengatakan kepada Qodsna bahwa isu Palestina merupakan isu paling utam didunia Islam.
“selama krisis tetap eksis di wilayah tersebut, perdamaian tak akan terwujud.”
merujuk kepada usaha pemerintah Tel Aviv untuk menyelenggarakan peringatan kemerdekaannya, Mufti tersebut mengatakan,” tel Aviv sedang mencari untuk mendapatkan rasa kebangsaannya demi melegalkan rezim zionisnya.
“Kita-sebagai muslim- harus berusaha untuk melawan kondisi demikian,” katanya, dengan menyarankan kaum Muslim dan Arab untuk menekan faksi Palestina agar mengakhiri perselisihan internal mereka.
60 tahun pesta peringatan kemerdekaan israel tersebut adalah usaha menanamkan identitas kepada sebuah masyarakat “tanpa identitas”. kepala komisi kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Iran mengatakan kepada Qodsna bahwa peringatan tersebut merupakan usaha menanamkan identitas kepada masyarakat “tanpa identitas”.
menunjuk kepada gerakan rezim zionis untukmengundang pemimpin negara-negara barat untuk menghadiri peringatan tersebut, Ala”eddin Boroujerdi mengatakan, rezim zionis sedang berusaha untuk menanggulangi beragam krisis dibidang sosial dan militer semenjak kekalahan mereka dalam perang 33 hari melawan Hizbullah ditahun 2006.
“setelah 60 tahun penciptaan negara israel yang merupakan tumor kanker di timur tengah dan meskipun dukungan keuangan yang besar bagi rezim tersebut, kami melihat kondisi kritis didalam rezim zionis, khususnya setelah kekalahan mereka dalam perang Libanon 2006,” kata Boroujerdi.
Para pemikir dan intelektual dari Oman, sudan, Mesir, Indonesia, Pakistan, Libanon, Kuwait, jerman, amerika serikat, Tunisia, Suriah, saudi Arabia, Perancis, Maroko, India, Aljazair, hongkong, Qatar, Inggris, Denmark, Irak, Turki, Gambia, afghanistan, Uzbekistan, dan United emirates Arab, merupakan sebagian dari peserta konferensi.
lebih 100 artikel dari pengarang dalam dan luar negeri telah diterima oleh sekretariat konferensi yang akan memilih 70 artikel terpilih untuk dipresentasikan. (http://www.qodsna.com)











