Ilmu itu mencerahkan dan menggerakkan !

hangat, padat, aktual, Universal

Spesies baru Indonesia : Kodok bernafas dengan kulit

Ditulis oleh dzulfikar di/pada April 11, 2008

By : dzulfikar

sejarah evolusi telah dibuat kembali oleh para saintist yang menemukan seekor kodok air Indonesia tanpa paru-paru, dan bernafas dengan kulitnya.

Kodok tersebut yang ditemukan bulan agustus di dua sungai wilayah pegunungan kalimantan, Indonesia, dipanggil sebagai “barbie”, untuk menyingkat nama ilmiah sebenarnya, Barbourula kalimantanensis.

kodok tersebut menyerap oksigen terlarut dari air melalui kulitnya, kata ahli Biologi evolusioner, David Bickford, dari Universitas nasional singapura, yang menemukan kodok tersebut bersama 8 peneliti lainnya.

Ini merupakan bagian dari vertebrata ke empat yang diketahui bernafas tanpa paru-paru. tiga yang lain adalah 2 kelompok salamander (dari jenis amphibi), dan satu spesias cacing tanah seperti “caecilians”.

Bickford mengatakan bahwa dia berharap penemuan tersebut akan memicu penelitian lebih banyak peneltian diwilayah margasatwa asia tenggara, dimana banyak diantaranya terancam oleh kerusakan lingkungan. (http://www.presstv.com)

Satu Tanggapan ke “Spesies baru Indonesia : Kodok bernafas dengan kulit”

  1. andrian berkata

    sejarah evolusi telah dibuat kembali oleh para saintist yang menemukan seekor kodok air Indonesia tanpa paru-paru, dan bernafas dengan kulitnya.

    Kodok tersebut yang ditemukan bulan agustus di dua sungai wilayah pegunungan kalimantan, Indonesia, dipanggil sebagai “barbie”, untuk menyingkat nama ilmiah sebenarnya, Barbourula kalimantanensis.

    kodok tersebut menyerap oksigen terlarut dari air melalui kulitnya, kata ahli Biologi evolusioner, David Bickford, dari Universitas nasional singapura, yang menemukan kodok tersebut bersama 8 peneliti lainnya.

    Ini merupakan bagian dari vertebrata ke empat yang diketahui bernafas tanpa paru-paru. tiga yang lain adalah 2 kelompok salamander (dari jenis amphibi), dan satu spesias cacing tanah seperti “caecilians”.

    Bickford mengatakan bahwa dia berharap penemuan tersebut akan memicu penelitian lebih banyak peneltian diwilayah margasatwa asia tenggara, dimana banyak diantaranya terancam oleh kerusakan lingkungan. (http://

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>