Cerita Kunjungan Anggota DPR Temui Sayyid Hasan Nasrullah (2)
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Maret 17, 2008
sumber : http://infosyiah.wordpress.com
Bagaimana mungkin kalau bukan karena campur tangan Tuhan. Dari semua perhitungan akal, Hizbullah seharusnya dapat dihancurkan paling dalam dua hari oleh Israel. Dikatakannya, kekuatan militer Israel yang terbesar kedua didunia, dengan 40.000 tentaranya yang menyerbu Lebanon, dapat dikalahkan oleh kekuatan milisi Hizbullah yang tidak lebih dari 3,000 orang. Belum pernah dalam sejarah konflik Arab-Israel, negara Arab bisa bertahan lebih dari seminggu. Dalam pertempuran 2006, Hizbullah bertahan selama 33 hari dan berhasil mengusir Israel. Bukan hanya mengusir, tapi menghancurkan puluhan tank-tank Merkava yang katanya tidak bisa dihancurkan, menenggelamkan kapal perang Israel, menewaskan dan melukai beratus serdadu musuh. “Keberhasilan” Israel hanya dalam dua hal. Menghancurkan bangunan dan infrastruktur Lebanon dan membunuh ribuan warga sipil Lebanon. Sebenarnya, menurut SHN, setelah dua minggu Israel akan mundur tetapi tidak mendapat izin dari Amerika. Menteri Luar Negeri Amerika, Conddoleezza Rice khusus datang ke Lebanon dan meyakinkan PM Fuad Seniora yang pro Amerika itu untuk “bersabar” beberapa minggu lagi. Tujuan invasi Israel ini hanya dua; menghancurkan Hizbullah dan membawa kembali dua tentara Israel yang diculik. Keduanya gagal. Upaya resolusi 1701 DK PBB untuk melucuti Hizbullah juga ditolak.
Menurut SHN, kemenangan Hizbullah ini telah memporak porandakan mitos tak terkalahkan Israel dan sangat berarti bagi perjuangan rakyat dikawasan ini. Mereka sekarang sedang bersiap siaga untuk menghadapi serangan berikut yang lebih besar. Serangan Amerika ke Iran. Dan kalau hal ini terjadi, menurut SHN, itu adalah akhir dari kejayaan Amerika dan Israel.
Ada dua versi umur SHN. Di Lebanon kami diberi tahu umurnya belum 40. Tepatnya 38 tahun. Tapi dari sumber lain, seorang penulis mengatakan dia dilahirkan pada 31 Agustus 1960, berasal dari keluarga sederhana (ayahnya penjual sayur), mendapat pendidikan di Najaf, Iraq, sekolah yang dibangun oleh Muhammad Baqir Shadr, dan kemudian melanjutkan ke Qom setelah Saddam mengusir orang-orang Lebanon Syiah dari Iraq. Ia menjadi panglima perang Hizbullah kemudian Sekjennya setelah Sekjen sebelumnya, Abbas Musawi, dibunuh Israel.
Ketika berkeliling Beirut, kami menyaksikan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang dihancurkan Israel. Diantaranya apartemen saudara kandung Fadlallah yang hancur bersama penghuninya. Yang menarik, hampir puluhan jembatan yang dihancurkan Israel seluruhnya sudah dibangun kembali dengan gotong royong dan dana pemerintah dalam waktu satu tahun setelah perang, kecuali satu. Yaitu jembatan utama yang menghubungkan Beirut dengan Lebanon Selatan, kawasan utama pemukiman pendukung Hizbullah. Menurut suatu sumber, pemerintah Seniora sengaja tidak membangun jembatan itu untuk mengucilkan Hizbullah. Pemerintah Seniora, setelah menteri-menteri Hizbullah mengundurkan diri, sepenuhnya dibawah kendali Amerika. Boneka Amerika ini sekarang menciptakan krisis kontitusi karena memaksakan untuk mengganti presiden saat ini, Emile Lahoud, dengan calon yang direstui Amerika, walau parlemen tidak quorum karena diboikot oposisi.
Emile Lahoud dari kelompok Kristen Maronite pendukung Hizbullah dan pro Suriah. Kelompok ini dibawah pimpinan mantan jendral Michel Aoun yang mendukung Hizbullah karena dia beranggapan hanya Hizbullah yang dapat mengembalikan kedaulatan Lebanon. Sasaran utama Aoun adalah mengembalikan tanah subur dan sumber air Sheba Farm yang masih diduduki Israel. Kelompok Maronite mendukung Hizbullah dari sisi nasionalisme. Menurut suatu sumber, mereka tidak berminat melanjutkan perjuangan melawan Israel begitu tanah Sheba yang diduduki Israel sudah berhasil direbut kembali. SHN mengatakan bahwa status Sheba Farm ini paling aneh didunia. PBB mengatakan bahwa Sheba milik Suriah tapi Suriah membantahnya. Kalau dia tidak diakui milik Lebanon dan bukan milik Suriah serta jelas bukan milik Israel, maka tanah itu mungkin satu-satunya tanah di dunia yang tidak dimiliki siapa-siapa.
SHN yang selalu menjawab semua pertanyaan dengan lancar, lembut dan senyum menempel di bibir mengatakan bahwa konspirasi Barat terhadap Timur Tengah sudah dirancang lama selama berpuluh tahun. Dimulai dengan penjajahan, kemudian pemecahan negara-negara Arab menjadi negara-negara kerajaan dan Sheikhdom yang kecil-kecil sampai pencangkokan Israel disana. Upaya pemecahan ini masih berlanjut terus sampai sekarang dengan pendudukan Amerika di Iraq dan Afghanistan serta adanya resolusi Kongres Amerika baru-baru ini yang akan membagi Iraq menjadi tiga negara, Iraq Syiah, Iraq Sunni, dan Iraq Kurdi. Semuanya ini karena kawasan ini penghasil minyak terbesar didunia dan sumber energi ini harus mereka kuasai demi mempertahankan standar hidup mereka. Jangan harapkan Amerika akan meninggalkan kawasan ini secara suka rela, di bawah pemerintah Amerika siapapun. Mereka harus diusir dari sana dengan paksa. Apalagi sekarang, menurut SHN, ada Cina sebagai raksasa ekonomi baru dunia yang menyaingi Amerika. Penguasaan terhadap sumber energi ini menjadi lebih strategis dan penting karena satu alasan. Kekuatan raksasa Cina ini punya satu kelemahan utama. Dalam istilah SHN “the Chinese Achilles’ Heel” (tumit Akiles Cina). Yaitu, negara yang haus energi ini tidak punya sumber energi. Dengan menguasai sumber energi Timur Tengah, Amerika akan mempunyai daya tawar tinggi dan mampu menekan Cina.[infosyiah]











