Ditulis oleh dzulfikar di/pada Maret 3, 2008
By : Dzulfikar
Suatu saat, penulis menyempatkan beristirahat – setelah suatu perjalanan jauh – di masjid Ummi Maktum. Masjid ini terletak di komplek Wyata Guna (sebuah lembaga sosial peduli orang buta), jalan Pajajaran 52 Bandung. Melihat dari nama masjid, yakni Ummi Maktum, pikiran kita akan melayang kepada salah seorang sahabat nabi Muhammad SAAW (salam atasnya dan keluarganya yang suci). Ya, Ummi maktum adalah sahabat nabi yang buta tapi punya komitmen untuk mendalami kebenaran Islam. Dimasjid ini, para orang tuna netra diberdayakan, sekaligus tempat mereka bersosialisasi agar mereka benar-benar selalu merasa wajar – layaknya manusia normal mata – untuk berkiprah tengah masyarakat tanpa rasa minder.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini dan renunganku | Leave a Comment »
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Maret 3, 2008
disarikan dari Muthahhari dan berbagai sumber oleh : Dzulfikar

Metafisika (Ma Ba `da ath Thabi `ah)
Aristoteles adalah orang pertama yang memahami sederet persoalan yang tidak termuat dalam berbagai ilmu pengetahuan (sains), balk yang berkaitan dengan alam (thabi’ah), matematika, etika, sosial, ataupun logika. Dan ia menyadari bahwa ilmu tersebut harus dipisahkan dan mandiri.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Filsafat | Leave a Comment »
Ditulis oleh dzulfikar di/pada Maret 3, 2008
By : Dzulfikar
Kata orang, indah hidup itu bila dilalui bersama seorang teman atau siapapun juga, baik dalam keadaan suka maupun duka. “Hanya kematian yang bisa memisahkan kita”, demikian ungkapan dramatis yang sering kita dengar untuk menggambarkan sebuah kebersamaan yang kokoh.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini dan renunganku | Leave a Comment »